Selasa, 09 Mei 2017

MATERI STRUKTUR ATOM KELAS X MIPA-1



PERTEMUAN                             :1
KELAS/SEMESTER                   :X MIPA1/1
MATERI                                       :STRUKTUR ATOM

Selamat pagi anak-anak. Hari ini kita masuk pertemuan menganai materi struktur atom. Baiklah, ibu memberikan catatan menegnai struktur atom. Coba dipahami dan di pelajari. Dan jika tidak mengerti silahkan bertanya kepada ibu. Dan jangan lupa masing-masing siswa wajib bertanya, dan menanggapi postingan ini karena setiap yang bertanya dan menanggapi postingan materi struktur atom ini dianggap hadir dan akan mendapat nilai tambahan. Selamat mempelajarinya J

Ø ATOM
Atom terdiri dari proton, neutron dan elektron. Proton dan neutron berada di dalam inti atom. Sedangkan elektron terus berputar mengelilingi inti atom karena muatan listriknya. semua elektron bermuatan negatif (-) dan semua proton bermuatan positif (+) . sementara itu neutron bermuatan netral. Elektron bermuatan yang bermuatan negatif (-) ditarik oleh proton yang bermuatan positif (+) pada inti atom.
Dalam hal ini, semua atom di alam semesta akan terjadi bermuatan positif (+) karena ada kelebihan muatan listrik positif (+) di dalam proton.  Akibatnya, semua atom akan saling bertolak satu sama lain.
A.      Perkembangan Teori Atom
Konsep atom dikemukakan oleh Demokritos yang tidak didukung oleh ekperimen yang menyakinkan, sehingga tidak dapat diterima oleh beberpa ahli ilmu pengetahuan dan filsafat.Pengembangan konsep atom-atom secara ilmiah dimulai oleh John Dalton (1805), kemudian dilakukan oleh Thomson (1897), Rutherford (1911), dan disempurnakan oleh Bohr (1914)Hasil ekperimen yang memperkuat konsep atom ini menghasilakn gambaran mengenai susunan parikel-partikel tersebut didalam atom. Gambaran ini berfungsi untuk memudahkan dalam memahami sifat-sifat kimia suatu atom. Gambaran susunan partikel-partikel dasar dalam atom disebut model atom.
  1. Model Atom Dalton
    1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi-bagi.
    2. Atom digambarkan sebagai bola pegal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.
    3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atas atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen.
    4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkanHipotesis Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pegal seperti bola tolak peluru
2. Model Atom Thomson
Atom adalah bola bulat bermuatan positif dan di permukaan tersebar elektron yang bermuatan negatif
3. Model Atom Rutherford
Atom adalah bola berongga yang tersusun dari inti atom dan eletron yang tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilinginya. Inti atom bermuatan positif dan massa atom terpusat pada inti atom. Kelemahan dari Rutherford tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti.
4.      Model atom Bohr

    1. Atom terdiri atas inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.
    2. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang. Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi, elektron akan menyerap energi. Jika beralih ke lintasan yang lebih rendah, elektron akan memancarkan energi lebih rendah, elektron akan memancarkan energi.
    3. Kedudukan elektron-eletron pada tingkat-tingkat energi tertentu yang disebut kulit-kulit elektron.
B. Percobaan-percobaan Mengenal Struktur Atom
1. Elektron
Percobaan tabung sinar katode pertama kali dilakukan oleh William Crookes (1875). Hasil ekperimennya yaitu ditemukannya seberkas sinar yang muncul dari arah katode menuju ke anode yang disebut sinar katode.
George Johnstone Stoney (1891) yand mengusulkan nama sinar katode disebut “elektron”. Kelemahan dari stoney tidak dapat menjelaskan pengaruh elektron terhadap perbedaan sifat antara atom suatu unsur dengan atom dalam unsur lainya. Antonine HenriBeecquerel (1896) menemukan sinar yang dipancarkan dari unsur-unsur radioaktof yang sifatnya mirip dengan elektron..Joseph John Thomson (1897) melanjutkan eksperimen William Crookes yaitu pengaruh medan listrik dan medan magnet dalam tabung sinar katode.
Hasil percobaan J.J Thomson menujukkan bahwa sinar katode dapat dibelokkan ke arah kutub positif medan listrik. Hal ini membuktikan terdapat partikel bermuatan negatif dalam suatu atom..Besarnya muatan dalam eletron ditemukan oleh Robert Andreww miliki (1908) melalui percobaan tetes Minyak Milikan seperti gambar berikut.
Minyak disemprotkan kedalam tabung yang bermuatan litrik. Akibat gaya tarik grafitasi akan mengendapkan tetesan minyak yang turun. Apabila tetesan minyak diberi muatan negatif maka akan tertarik ke kutub positif medan listrik. Dari hasil percobaan Milikan dan Thomson diperoleh muatan elektron-1 dan massa elektron 0.
2. Proton
Jika massa elektron 0 bearti suatu partikel tidak mempunyai massa. Namun pada kenyataan nya partikel materi mempunyai massa yang dapat diukur dan atom bersifat atom netral. Eugene Goldstein (1886) melakukan eksperimen dari tabung gas yang memiliki katode, yang diberi lubang-lubang dan diberi muatan listrik.
Hasil eksperimen tersebut membuktikan bahwa pada saat terbentuk elektron yang menuju anode, terbentuk pula sinar positif yang menuju arah berlawanan melalui lubang pada katode. Setelah berbagai gas dicoba dalam tabung ini, ternyata gas hidrogenlah yang menghasilkan sinar muatan positif yang paling kecil baik massa maupun muatanya, sehingga partikel ini disebut proton. Massa proton = 1 sma (satuan massa atom) dan muatan proton = +1
3. Inti atom
Setelah penemuan proton dan elektron, Ernest Rutherford melakukan penelitian penembakan lempang tipis emas. Jika atom terdiri dari partikel yang bermuatan positif dan negatif maka sinar alfa yang ditembakkan seharusnya tidak ada yang diteruskan/ menembus lempeng sehingga mincullah istilah inti atom. Ernest Rutherford dibantu oleh Hans Geiger dan Ernest Marsden (1911) menemukan konsep inti atom didukung oleh penemuan sinar X oleh WC. Rontgen (1895) dan penemuan zat radioaktif (1896). Percobaan Rutherford dapat digambarkan s
Hasil percobaan ini membuat Rutherford menyatakan hipotesisnya bahwa atom tersusun dari inti atom yang bermuatan positif dan dikelilingi elektron yang bermuatan negatif, sehingga atom bersifat netral. Massa inti atom tidak seimbang dengan massa proton yang ada dalam inti atom, sehingga dapt diprediksi bahwa ada partikel lain dalam inti atom.
4. Neutron
Prediksi dari Rutherford memicu W. Bothe dan H. Becker (1930) melakukan eksperimen penembakan partikel pada inti atom berilium (Be) dan dihasilkan radiasi partikel berdaya tembus tinggi.
James Chadwick (1932). Ternyata partikel yang menimbulkan radiasi berdaya tembus tinggi itu bersifat nertal atau tidak bermuatan dan massanya hampir sama dengan proton. Partikel ini disebut neutron dan dilambangkan
C. Menetukan Struktur Atom Berdasarkan Tabel Periodik
1. Partikel Dasar Penyusun Atom
Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki sifat unsur tersebut. Struktur atom menggambarkan bagaimana partikel-partikel dalam atom tersusun, atom tersusun atas inti atom dan dikelilingi elektron-elektron yang tersebar dalam kulit-kulitnya. Secara sistematis dapat digambarkan partikel-partikel sub atom berikut.
Sebagian besar atom terdiri dari ruang hampa yang dalamnya terdapat inti yang sangat kecil di mana massa dan muatan positifnya dipusatkan dan dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif. Inti atom tersusun atas sejumlah proton dan neutron. Jumlah proton dalam inti atom menentukan muatan inti atom, sedangkan massa atom inti ditentukan oleh banyaknya proton dan neutron. Selanjutnya ketiga partikel sub atom (proton, neutron, dan elektron ) dangan kombinasi tertentu membentuk atom suatu unsur yang lambangnya dapat dituliskan :
X : lambang suatu unsur
Z : nomor atom
A : nomor  massa
2. Memahami Susunan dari Sebuah Atom

    1. Lihatlah nomor dari tabel periodik. Nomor atom selalu labih kecil dari nomor massa
    2. Nomor atom merupakan jumlah proton. Oleh karena sifat atom netral, maka nomor atom juga merupakan jumlah elekton
    3. Susunan elektron-elektron dalam level-level energi, selalu isi level terdalam sebelum mengisi level luar
Dua hal yang penting diperhatikan jika anda melihat susunan daam tabel periodik.
  1. Jumlah elektron tingkat terluar (atau kulit terluar)sama dengan nomor golongan (kecuali helium yang memiliki 2 elektron. Gas mulia biasa disebut dengan golonga 0 bukan golongan 8). Hal ini berlaku diseluruh golongan unsur pada tabel periodik (kecuali unsur-unsur transisi). Jadi, jika anda mengetahui bahwa barium terletak pada golongan 2, bearti barium memiliki 2 elektron pada tingkat teluar.
  2. Gas mulia memiliki elektron penuh pada tingkat terluar
D. Nomor Atom dan Nomor Massa
Suatu atom memiliki sifat dan massa yang khas satu sama lain. Dengan penemuan partikel penyusun atom dikenal istilah nomor atom (Z) dan nomor massa (A)Penulisan lombang atom unsur menyetarakan nomor atom dan nomor massa.
Dimana :
A = nomor massa
Z = nomor atom
X = lambang unsur
Nomor Massa (A) = Jumlah proton + Jumlah Neutron
Atau
Jumlah Neutron = Nomor massa – Nomor atom
Nomor Atom (Z) = Jumlah proton
1. Nomor Atom (Z)
Nomor atom (Z) menujukkan jumlah proton (muatan positif) atau jumlah elektron dalam atom tersebut. Nomor atom ini merupakan ciri khas suatu unsur. Oleh karena atom bersifat netral maka jumlah proton sama dengan jumlah elektronya, sehingga nomor atom juga menujukkan jumlah elektron. Elektron inilah yang nantinya paling menentukan sifat suatu unsur. Nomor atom ditulis agak ke bawah sebelum lambang unsur
2. Nomor Massa (A)
Massa elektron sangat kecil dan dianggap nol sehingga massa atom ditentukan oleh inti atom yaitu proton dan neutron. Nomor massa (A) menyatakan banyaknya proton dan neutron yang menyusun inti atom suatu unsur. Nomor massa ditulis agak ke atas sebelum lambang unsur. 
E. Isotop, Isobar, dan Isoton suatu Unsur
1. Isotop
Isotop adalah atom yang mempunyai nomor sama tetapi memiliki nomor massa berbeda.Setiap isotop satu unsur memiliki sifat kimia yang sama karena jumlah elektron valensinya sama.Isotop-isotop unsur ini dapat digunakan untuk menetukan massa atom relatif (Ar) atom tersebut berdasarkan kelimpahan isotop dan massa atom semua isotop
2. Isobar
Isobar adalah unsur-unsur yang memiliki nomor atom berbeda tetapi nomor massa sama.
3. Isoton
Atom-atom yang berbeda tetapi mempunyai jumlah neutron yang sama
F. Menetukan Elektron Valensi
1. Konfigurasi Elektron
Konfigurasi (susunan) elektron suatu atom berdasarkan kulit-kulit atom tersebut. Setiap atom dapat terisi eletron maksimum 2n2, dimana n merupakan letak kulit.Lambang kulit dimulai dari K, L, M, N dan seterusnya dimulai dari yang terdekat dengan inti atom.
Elektron disusun sedemikian rupa pada masing-masing kulit dan diisi maksimum sesuai daya tampung kulit tersebut. Jadi masing ada sisa elektron yang tidak dapat ditampung pada kulit tersebut maka diletakkan pada kulit selanjutnya.
2. Elektron Valensi
Elektron yang berperan dalam reaksi pembentukan ikatan kimia dan reaksi kimia adalah elektron pada kulit terluar atau elektron valensi.Jumlah elektron valensi suatu atom ditentukan berdasarkan elektron yang terdapat pada kulit terakhir dari konfigurasi elektron atom tersebut. Perhatikan Tabel untuk menentukan jumlah elektron valensi
Unsur –unsur yang mempunyai jumlah elektron valensi yang sama akan memiliki sifat kimia yang sama pula.

17 komentar:

Bu saya kurang mengerti yang menentukan elektron valensinya, coba jelaskan kepada kami dalam bentuk contoh untuk menentukan elektron valensi nya buk?

Saya ingin bertanya Bu apa yang membedakan model atom Thomson dengan model atom Bohr sehingga kedua model tersebut dinyatakan berbeda padahal modelnya hampir sama?
Terimakasih

saya ingin mencoba menjawab pertanyaan dari lilis :
cara menentukan elektron valensi dapat dilakukan dengan menuliskan konfigurasi elektron. kemudian jumlah elektron pada kulit yang paling luar merupakan elektron valensi.
contohnya : flourin dan klorin memiliki sifat kimia yang sama, sebab sama-sama mempunyai 7 elektron valensi. terima kasih

IBu saya ingin mencoba menjawab pertanyaan dari ester , apa yang membedakan model atom thomson dengan model atom bohr , menurut saya model atom thomson: atom itu terdapat elektron di dalamnya yang tersebar secara merata (model roti kismis) sedangka. Model atom
bohr: elektron mengelillingi atom pada tingkat energi tertentu oleh karna itu elektron tidak jatuh ke dalam inti atom yang bersifat positif, elektron tidak dapat jatuh namun dapat berpindah ke tingkat enersi tertentu, elektron pindah dari tinggkat energi rendah ke tingggkat energi yang tinggi di sebut EXITASI elektron berpindah dari energi yang tinggi ke energi rendah disebut DEEKSITASI.

bu bisa kah ibu contohkan satu konfigurasi atom itu ?

pertanyaan yang bagus ananda Masbun. di bawah ini ada contoh konfigurasi Atom. misalnya emnentukan konfigurasi elektron dan jumlah elektron dalam setiap kulit elektron atom unsur dari unsur Ni dan Sr.

a. Ni (Z = 28) b. Sr(Z = 38)

Penyelesaiannya:

Ni (Z = 28) : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d8 atau [Ar] 4s2 3d8; K = 2 ; L = 8 ; M = 16 ; N = 2
Sr (Z = 38) : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d104p6 5s2atau [Kr] 5s2; K = 2 ; L = 8 ; M = 18 ; N = 8 ; O = 2

Berdasarkan eksperimen, terdapat anomali konfigurasi elektron dari aturan-aturan di atas. Subkulit d memiliki tendensi untuk terisi setengah penuh atau terisi penuh. Contohnya, Cr (Z = 24) : [Ar] 4s1 3d5 lebih stabil dibanding [Ar] 4s2 3d4 ; dan juga Cu (Z = 29) : [Ar] 4s1 3d10 lebih stabil dibanding [Ar] 4s2 3d9.

cara menentukan elektron valensi, bisa kita lihat dari konfigurasi elektron suatu unsur. mislanya,: Unsur natrium dan kalium memiliki sifat yang sama karena masing-masing memiliki elektron valensi = 1.

Suatu atom netral dapat melepaskan 1 atau lebih elektronnya dan membentuk ion yang bermuatan positif, atau menangkap elektron dan membentuk muatan negatif.
Contoh:
Na mempunyai 11 proton, 11 elektron, dan 12 netron.
Konfigurasi elektron Na dapat ditulis: 2, 8, 1.

Apabila atom Na melepaskan elektron valensinya maka jumlah elektronnya menjadi 10 sedangkan protonnya tetap 11, sehingga atom Na akan bermuatan +1. Na → Na+ + e
dan untuk lebih selanjutnya ananda bisa melihatnya di buku Petrucci atau di berbagai literatur. misalnya pada web https://sainsmini.blogspot.co.id/2015/09/menentukan-elektron-valensi.html

Bu saya ingin bertanya tentang perbedaan isotop, isobar, dan isoton berdasarkan contohnya bu? Terimakasih bu

baiklah bu, saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari nadila
Isotop = atom2 yang nomor atomnya sama tetapi nomor massanya berbeda
Contoh : 24Cr53 dan 24Cr52

Isoton = atom2 dari unsur2 yang berbeda tetapi memiliki jumlah neutron sama
Contoh : 7N14 dg 6C13

Isobar = atom2 yg berbeda tetapi nomor massanya sama
Contoh : 6C14 dgn 7N14encoba Isotop = atom2 yang nomor atomnya sama tetapi nomor massanya berbeda
Contoh : 24Cr53 dan 24Cr52

Isoton = atom2 dari unsur2 yang berbeda tetapi memiliki jumlah neutron sama
Contoh : 7N14 dg 6C13

Isobar = atom2 yg berbeda tetapi nomor massanya sama
Contoh : 6C14 dgn 7N14

saya insetelah saya mempelajari materi dari ibu, saya ingin bertanya yang di maksud dengan proton, neutron dan elektron itu apa ya bu?

Elektron = Elektron adalah partikel subatom yang bermuatan negatif dan umumnya ditulis sebagai e-

Proton = Proton adalah partikel subatom yang bermuatan positif

Neutron = Neutron adalah bagian atom yang memiliki muatan netral

Y(NEGATIF)
Contoh : A X
Z X
Gambar diatas adalah gambar simbol nuklida. Keterangan tentang gambar tersebut diantaranya adalah :
A = Nomor massa
Z = Nomor atom
X = Lambang atom
Y = Muatan atom

Untuk menentukan proton, elektron, dan neutron berikut adalah langkah – langkahnya

Menentukan proton = Menentukan proton adalah yang paling mudah. Karena jumlah proton sama dengan nomor atom (Z)

Menentukan elektron = Menentukan elektron hampir sama dengan menentukan proton, yaitu dengan cara menyamakannya dengan nomor atom (Z). yang berbeda adalah, jika atom tersebut memiliki muatan.

Jawaban yang bagus lukita sari. sekarang kamu sudah pahami mengenai materi tersebut. Untuk selanjutnya Nadila bisa belajar dengan Lukita sari. perbanyak emmbaca buku dan belajar mengerjakan soal-soal.

iya nak Kamu Benar.Berdasrkan teori thomson dan Bohr sama bentuknya yang memebdakan yaitu kelektronegatifak elektronnya.

Yang membedakannya yaitu jumleah elktron yang berada dalam masing-maisng atom.

Jawaban yang bagus Ismi Hasanah. apa yang kamu katakan benar. perabanyak latihan soal lagi.

Terimakasih bu, saya tambah mengerti bu.

Posting Komentar